Bernama lengkap Drs. Ketut Ngurah Sumitra Jaya Utama, namun lebih familiar dengan sebutan Drs. Ngurah Sumitra atau “Jayut” pada rekan-rekan dekatnya, lahir di Denpasar 27 Januari 1959 dari pasangan Nyoman Ngurah Tegeg dan Nyoman Suwarni. Menikah dengan Ny. Dra. Unandari. S. seorang Dosen PD 2 Fakpsi Unjani dan dikaruniai satu orang putri Putu Ngurah Asita.D serta dua orang putra Made Ngurah Bagus.M.A dan Komang Ngurah A.Dimas.

Beliau seorang Sarjana Psikologi yang memasuki dunia militer melalui Sepawamil tahun 1984, berlanjut dengan pendidikan militer lainnya yaitu Sekalihpa (1992), Suslapa I (1993), Suslapa II (1994) dan Seskoad (1999). Tidak hanya itu pendidikan militer termasuk dalam Dik Bang Spes yang pernah diikuti adalah : Suspa Ajen (1984), Suspa Minu (1991),  Sussar PARA (1999) dan Suskat Jemen (2007).

Sedangkan pengalaman dalam penugasan  selain  di  Dispsiad,  beliau pernah menjalankan tugas Operasi militer di Timor-Timur (1995), menjadi Kapsi AKMIL di Akademi Militer Magelang. Sedangkan penugasan dalam rangka pengembangan profesi psikologi  di luar negeri antara lain yang pernah dijalani adalah  ke Singapura (1991, sertifikasi Assessor Internasional) dan Belanda (2008, kongres IMTA/IMLA).

Perjalan karir beliau dalam organisasi Dispiad sebelum menjabat  Kadispsiad,  diawali pada tahun 1984 sebagai Pa Testor Klas Lalek/Klas. Kemudian beliau menjabat sebagai Paursus Siklas Subdispsipers (1985), Kaurah Sisel Subdispsipers (1988), Kaurmin Subdispsisos (1992), Kaurdik Siklas Subdispsipers (1992), Pgs. Kasisel Subdispsipers (1994), Kasisel Subdispsipers (1995), Ps. KAPSI AKMIL (1997), Pamen AKMIL (1998), Kabag Anev Subdispsiteknomil (1999), Kabagrengar Setdispsiad (2000), Ps. Kasubdispsiklinik (2002), Kasubdispsiklinik (2004), Kasubdispsisos (2006) dan terakhir sebagai Sekretaris Dispsiad (2008 s.d. 2010).

Selain jabatan struktural kiprah beliau dalam organisasi Dispsiad dan TNI  AD tidak diragukan kredibilitasnya. Peran beliau sebagai saksi ahli dalam pendampingan prajurit yang diduga terlibat dalam kasus Timor-Timur dan juga sebagai Katim dalam kegiatan pendampingan advokasi HAM Tanjung Priok, yang mendapat apresiasi dari pimpinan TNI AD pada saat tim Dispsiad melakukan advokasi. Demikian pula halnya dalam menangani kasus-kasus pelanggaran prajurit, beliau diberi kepercayaan sebagai Dantim untuk melakukan intervensi psikologi. Selain itu juga beliau pernah diberi kepercayaan untuk menangani kegiatan Penpas dan Pen Mabes TNI bekerjasama dengan Puspen TNI, bersafari ke berbagai Kesatuan/Batalyon di seluruh wilayah Indonesia.

Kiprah dan kreativitas beliau dibuktikan pula dengan keberhasilannya dalam membawa tim Dispsiad untuk mewakili Angkatan Darat pada kegiatan Pameran Pembangunan yang diselenggarakan di Jakarta. Dalam event tersebut Dispsiad mampu membawa harum nama Angkatan Darat dengan memperoleh penghargaan sebagai stand favorit.  Keberhasilan beliau dalam menjalankan tugasnya tersebut membawa nama harum Dispsiad dalam tubuh TNI. Hal ini membawa konsekuensi bagi Dispsiad dengan diberikannya kepercayaan dan tanggungjawab yang lebih besar untuk menangani tugas-tugas yang melibatkan profesi psikologi.