Memiliki nama lengkap Soemitro Kartosoedjono lahir di Mojokerto pada tanggal 24 April 1925 dari seorang ibu bernama R. Ngt Karto Soegono dan Ayah R. Ng. Karto Soegono. Beliau menikah pada tanggal  5 September 1959 di Standesamt Bonn Jerman Barat.  Istrinya bernama Betty Riceter  seorang bersuku bangsa Manado. Beliau menyelesaikan pendidikan di sekolah HIS, Mulo di Solo dan menamatkan SMP dan SMT di Solo, selanjutnya melanjutkan pendidikan Perguruan Tinggi Kedokteran di Klaten sampai tahun 1950.

Masa-masa perjuangan beliau saat Proklamasi Kemerdekaan yaitu pada Agustus 1945 menjadi anggota penyelidik Angkatan Muda Indonesia (AMI) di Solo selama 4 bulan dibawah pimpinan  Sdr. Maladi yang dikemudian hari menjadi Menteri Muda Penerangan dalam Kabinet „SANDANG PANGAN“, menjadi  anggota  security  Radio  Republik Indonesia di Solo, sampai Juli 1947 menjadi anggota Bat. Peb. Div.X dibawah pimpinan Major Parmudjo.

Pada tahun 1948 menjadi anggota Tentara Pelajar di Solo dibawah pimpinan Mayor Prakoso, sebelumnya sempat menjadi wakil kepala CMD (Central Makanan Darurat) daerah III Kementrian Pertahanan DPAP bag IX di Solo,  mulai Maret 1948 sampai Juni 1948 menjadi Eulpmagistraat pada Kejaksaan Agung Tentara di Solo, selanjutnya sampai 1 Juli 1950 menjadi menjadi Kepala staf KMK Solo dan merangkap juga sebagai Kepala  staf SWK Arjuna 106  Solo.  Berikutnya pada 1 Juli 1950 mendapat surat perintah menjadi anggota Lembaga Psychoteknik Tentara sebagai Team Leider. Pada akhir tahun 1950 dikirim ke Universitas Leiden Belanda untuk memperdalam ilmu Psikologi.

Pada tahun 1956 pindah ke universitas Freiburg Jerman Barat dan menyelesaikan studinya sampai tahun 1959 dengan gelar Diplm Psycholoog.  Sesuai surat perintah Kedutaan Besar RI pada tanggal 21 Oktober 1959 tiba kembali ke Indonesia.  Selanjutnya mengabdikan ilmunya di Lembaga Psychoteknik Angkatan Darat. Beliau menjabat sebagai Kepala Dinas Psikologi Angkatan Darat pada tahun 1969 sampai dengan tahun 1977. 

Pada masa kepemimpinan beliau banyak melaksanakan kegiatan penelitian sikap personel TNI AD dalam menghadapi masa pensiun, penelitian pendapat dan sikap prajurit terhadap berbagai macam issu yang berkaitan dengan tugasnya (terkenal  dengan  sebutan  ”PARIT”)  dan  penelitian  yang  ditujukan  untuk  memilah  sikap  mental  politik  tawanan G 30 S/PKI (penggolongan ”diehard” dan ”tenderness”) dalam rangka membantu Komkamtib.

Selanjutnya melakukan ”Permutasi” test inteligensi agar jawabannya tidak mudah dihafal ataupun untuk mempertahankan reliability test inteligensi yang digunakan, mengingat mereka yang melaksanakan tes psikologi masih beranggapan test psikologi seperti ujian pengetahuan bukan sebagai pemeriksaan psikologi. Beliau juga mengembangkan pendidikan keahlian juru sebagai testor, sebagai kepanjangan tangan dari pendahulunya yang sudah dirintis oleh Drs. Soetarto. Masa bakti beliau berakhir pada 30 Oktober 1980 dengan pangkat Mayjen TNI di  Kesatuan terakhir Pusbintal ABRI sebagai Kapusbintal ABRI/ Dep Hankam.