Kolonel Inf Drs. Ashari Joni, M.Psi sebagai Sekretaris Dispsiad
a.    Fungsi Pembinaan Organisasi
Dengan tuntutan tugas dan tanggung jawab besar terhadap kondisi psikologi prajurit TNI AD bahkan keluarganya, idealnya  Dispsiad memiliki perwakilan/unit organisasi di tingkat Kodam, Kotama, dan Lemdik-lemdik. Langkanya sumber daya manusia dengan predikat psikolog sesuai kualifikasi yang diharapkan dan  siap menghadapi tuntutan tugas di Organisasi Dispsiad, diperlukan cara cerdas untuk  menyelesaikannya. Solusi yang dapat dilakukan, yaitu  meningkatkan kemampuan profesi dari masing-masing personel yang mengawaki organisasi Dispsiad. Secara keseluruhan diperlukan peningkatan secara kuantitatif dan kualitatif profesionalisme dalam bidang militer, bidang profesi psikologi baik personel ahli maupun juru.
Begitu pula halnya dalam peta jabatan personel, saat ini sedang dirancang untuk dilakukan validasi yang mengarah pada penempatan jabatan sesuai dengan kebutuhan, kualifikasi dan kompetensi dari setiap personel.  Untuk mengembangkan wawasan dari para perwira ahli, penempatan jabatannya tidak hanya terfokus pada jabatan yang membutuhkan kualifikasi ahli/psikolog saja akan tetapi diarahkan pula untuk menduduki jabatan yang bersifat administratif baik pada jabatan promosi maupun jabatan mantap. Apabila melihat organisasi Dispsiad saat ini, pengembangan organisasi tampaknya sudah tidak dapat ditunda terlalu lama. Organisasi yang kaya struktur dan fungsi dipandang sesuai dengan tuntutan kebutuhan yang mendukung optimalisasi pelaksanaan tugas.
b.    Fungsi Pembinaan Personel.
    Dalam rangka pembinaan personel, Dispsiad akan terus meningkatkan kemampuan dan profesionalitas personelnya dalam melaksanakan tugasnya. Bidang profesionalisme kemiliteran dilakukan dengan terus memberikan penyegaran-penyegaran, pelatihan-pelatihan dalam bidang keterampilan militer. Hal tersebut dilakukan untuk terus menanamkan nilai-nilai kemiliteran kepada para prajurit Dispsiad, yang tercermin dari sikap dan perilaku para prajuritnya. Pendidikan pendukung, kejuruan dan penjenjangan akan terus ditingkatkan untuk memelihara motivasi anggota Dispsiad dalam mengabdikan dirinya.  Penugasan belajar bagi anggota dilakukan di dalam dan luar negeri dengan tetap mengacu pada pengembangan karier personel di masa datang. Secara spesifik pengembangan lebih lanjut dalam bidang keahlian dilakukan berdasarkan peminatan dari masing-masing personel. Dalam rangka mendukung sasaran tersebut, saat ini seluruh personel Dispsiad sudah mulai diinventarisir berdasarkan peminatannya yang dikelompokkan menjadi beberapa kelompok peminatan. Peminatan tersebut meliputi bidang profesi, pengembangan dan rancang bangun  materi tes psikologi, pengembangan dan rancang bangun materi pelatihan psikologi, penelitian dan bidang lainnya yang dapat mendukung optimalisasi dalam pelaksanaan tugas.
Pembinaan kedisiplinan salah satunya dapat dilakukan dengan memantau personel melalui kehadiran. Kedepannya Dispsiad  akan menerapkan sistem absensi dengan  menggunakan scanner cap jari. Seluruh anggota diwajibkan melakukan scan jari ke alat yang telah disediakan. Melalui proses tersebut dapat dievaluasi tingkat disiplin dan kinerja personel Dispsiad.
Dalam bidang profesi pembinaan dilakukan dengan melibatkan bidang profesi psikologi untuk terus meningkatkan keterampilannya dalam bidang profesi psikologi, sehingga dapat melaksanakan tugas profesi psikologi secara profesional sesuai kaidah keilmuan dan kode etik psikologi. 
Kesejahteraan anggota Dispsiad akan lebih ditingkatkan dengan pemenuhan kebutuhan kesejahteraan moril prajurit, sebagai contoh dengan mengembangkan koperasi menjadi lebih besar lagi dari saat ini. Bahkan Koperasi kedepannya akan memiliki gedung khusus dengan staf dan perangkat yang mendukung modernisasi perkoperasian Dispsiad.  Hal lain yang dapat dilakukan, yaitu dengan melaksanakan pertemuan anggota bersama keluarganya di luar kesatriaan minimal dalam satu tahun satu kali, misalnya dalam bentuk family gathering. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat tercipta suasana kekeluargaan dan kebersamaan antar sesama anggota yang pada akhirnya akan meningkatkan kepekaan dan rasa memiliki yang tinggi. 
Sejalan dengan pengembangan Manajemen SDM dalam organisasi TNI AD, seluruh personel Dispsiad perlu mengacu pula pada pengembangan yang berbasis kompetensi. Demikian pula dengan peta karier kedepan dari setiap anggota akan ditata, sehingga masing-masing sudah dapat memprediksikan karier kedepannya. Hal ini akan membantu bagian personel untuk mengarahkan pendidikan setiap personelnya.  Sebagai langkah yang telah ditempuh Dispsiad, saat ini sudah memiliki profiler untuk mendukung pelaksanaan pengembangan kompetensi melalui program PPKJ.  Penggunaan profiler ini dapat dimanfaatkan juga untuk mengembangkan kompetensi personel Dispsiad, sehingga secara spesifik akan terarah pengembangan selanjutnya. Namun demikian disadari oleh Dispsiad,  saat ini penggunaannya masih belum optimal. Kedepan penggunaan profiler akan benar-benar dioptimalkan, sehingga akan meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam melakukan pengolahan data hasil pemeriksaan psikologi.  
c.    Pembangunan Fisik
Konsep ideal bangunan fisik yang dimiliki Dispsiad pada dasarnya harus mendukung efektivitas dan efisiensi dalam melaksanakan tugas. Kondisi sarana dan prasarana yang dimiliki saat ini masih jauh dari layak dan belum dapat mendukung optimalisasi pelaksanaan tugas sesuai harapan pimpinan TNI AD. Konsep sarana fisik yang ergonomis adalah harapan yang ingin diwujudkan oleh pimpinan dan segenap personel yang mengawaki organisasi Dispsiad.  Seorang perwira ahli yang kesehariannya melaksanakan tugas keprofesian memerlukan privacy dalam mengoptimalkan pelaksanaan tugasnya. Dalam memainkan peran sebagai seorang konselor, terapis, dan tugas keprofesian lainnya, seorang perwira ahli perlu difasilitasi dengan ruangan secara memadai. Setiap perwira ahli masing-masing mendapatkan satu ruangan lengkap fasilitas kursi dan meja kerja yang ergonomis, perangkat komputer  yang sudah online dalam melakukan CBT, Tele-konseling, maupun Tele-Assessment. Sarana ruangan simulasi tes psikologi dibangun dalam rangka mendukung CBT akan diperhatikan untuk mendapatkan prioritas.
Sarana dan prasarana dalam rangka pengembangan Dispsiad di masa akan datang, perlu mendapat perhatian dan tidak luput dari prioritas dalam pembangunan fisik kesatrian. Berbagai fasilitas direncanakan akan dibangun, salah satu yang dirancang adalah tempat olah raga, yaitu fitness center dan melengkapi sarana mini out bound yang sudah ada saat ini.