Oleh : Brigjen TNI Drs.  Ngurah Sumitra, M.Psi

Sepanjang usia pengabdian selama 60 tahun, kontribusi Dinas Psikologi Angkatan Darat lebih banyak dikenal dan dirasakan di bidang seleksi dan klasifikasi. Namun demikian, guna mendukung terwujudnya kebijakan ’Catur Tunggal Pembinaan TNI AD’ yakni peningkatan kesiapan operasional satuan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, peningkatan kesejahteraan prajurit dan PNS beserta keluarganya, serta peningkatan tertib administrasi dan hukum, Dinas Psikologi Angkatan Darat telah berupaya keras untuk meningkatkan kontribusinya tidak hanya di bidang seleksi dan klasifikasi, melainkan juga dengan mengedepankan penyelenggaraan fungsi pengembangan, pemeliharaan dan perawatan kondisi psikologi, baik melalui kegiatan yang bersifat mandiri, maupun secara terintegrasi.

 Psikologi Angkatan Darat sebagai salah satu fungsi khusus Angkatan Darat memiliki tugas pokok untuk menyelenggarakan pembinaan kondisi psikologi prajurit, yang meliputi penyiapan, pengembangan, pemeliharaan dan perawatan kondisi psikologi prajurit, baik secara perorangan maupun dalam hubungan satuan. Melalui pelaksanaan tugas pokok yang optimal, diharapkan akan terpelihara motivasi, semangat, kepemimpinan dan kinerja satuan yang optimal, sehingga pada akhirnya akan dapat mendukung tugas pokok Angkatan Darat secara keseluruhan.

 Dalam rangka melaksanakan tugas pokoknya tersebut, selama ini Psikologi Angkatan Darat menyelenggarakan fungsi-fungsi Seleksi Klasifikasi, Psikologi Sosial, Psikologi Klinik, Psikologi Teknologi Militer dan Penelitian Materil dan Insani. Pembagian fungsi-fungsi psikologi tersebut, sebenarnya berdasarkan sejarahnya, identik dengan pembagian bidang studi di Fakultas psikologi Universitas Padjadjaran, yang terdiri dari Psikologi Industri, Psikologi Sosial, Psikologi Klinis dan Psikologi Eksperimen. Hal ini mengingat di masa awal berdirinya Dispsiad, para sesepuh Dispsiad belum memiliki acuan tentang pengorganisasian fungsi-fungsi-fungsi psikologi di suatu satuan militer, sehingga mereka kemudian mengambil referensi dari pengorganisasian di Fakultas Psikologi. Namun demikian, dengan perjalanan waktu ternyata dirasakan pengorganisasian tersebut kurang mencerminkan jabaran tugas pokok Psikologi Angkatan Darat, serta sekaligus kurang memungkinkan terlaksananya tugas pokok tersebut secara optimal.

 Oleh karena itu, guna mewujudkan tekad untuk meningkatkan kontribusi Psikologi Angkatan Darat, berdasarkan hasil studi banding dan pertukaran informasi dengan lembaga sejenis Dispsiad di Angkatan Bersenjata negara lain, maka para unsur pimpinan Dinas Psikologi Angkatan Darat, dalam 10 tahun terakhir ini memandang perlu untuk melakukan perubahan pembagian fungsi-fungsi Psikologi Angkatan Darat menjadi sebagai berikut :

 a.         Penyiapan Psikologi, yang terkait dengan seleksi, klasifikasi dan penyajian data psikologi yang akurat dan aktual.

 b.         Pengembangan Psikologi, yang terkait dengan pengembangan kompetensi perilaku, psikologi kepemimpinan, keterampilan dan wawasan psikologi terapan

 c.         Pemeliharaan Psikologi, yang terkait dengan pemeliharaan kesiapan psikologi prajurit dan iklim satuan Angkatan Darat

 d.         Perawatan Psikologi, yang terkait dengan pencegahan dan penanganan permasalahan psikologi maupun penyimpangan perilaku.

 e.         Pembinaan Fungsi Psikologi, yang terkait dengan pembinaan kemampuan profesi, mengawasi dan menegakkan etika profesi, dan pembinaan organisasi Psikologi Angkatan Darat.

 f.          Pembinaan Materiil Psikologi, yang terkait dengan pembinaan penelitian, pengkajian dan pengembangan metode, sistem dan materiil psikologi.

 Secara skematis organisasi Psikologi Angkatan Darat ke depan diharapkan menjadi :

  gambar tabel

Adapun untuk pengawakan organisasi Dispsiad masa depan tersebut, maka bidang spesialisasi dan tempat pembelajaran yang dibutuhkan adalah sebagai berikut :

 SPESIALISASI YANG DIBUTUHKAN

 

FUNGSI

BIDANG SPESIALISASI YANG DIBUTUHKAN

TEMPAT PEMBELAJARAN

PENYIAPAN

·      PSIKOLOGI INDUSTRI & ORGANISASI

·      ASSESSOR

·      INFORMATIKA

·      STATISTIKA

·      PERGURUAN TINGGI

·      LEMBAGA KONSULTAN

·      LEMBAGA KONSULTAN

·      PERGURUAN TINGGI

PENGEMBANGAN

·      PSIKOLOGI INDUSTRI & ORGANISASI

·      ASSESSOR

·      KEPELATIHAN

·      PSIKOLOGI PENDIDIKAN

·      FASILITATOR

·      KONSELOR

·      PERGURUAN TINGGI

·      LEMBAGA KONSULTAN

·      LEMBAGA KONSULTAN

·      PERGURUAN TINGGI

·      LEMBAGA KONSULTAN

·      PERGURUAN TINGGI

PEMELIHARAAN

·      PSIKOLOGI SOSIAL

·      PSIKOLOGI LINTAS BUDAYA

·      PSIKOLOGI KOMUNITAS

·      FASILITATOR

·      KONSELOR

·      STATISTIKA

·      PERGURUAN TINGGI

·      PERGURUAN TINGGI

·      PERGURUAN TINGGI

·      LEMBAGA KONSULTAN

·      LEMBAGA KONSULTAN

·      PERGURUAN TINGGI

PERAWATAN

·      PSIKOLOGI KLINIS

·      PSIKOTERAPI

·      KONSELOR

·      PERGURUAN TINGGI

·      PERGURUAN TINGGI

·      LEMBAGA KONSULTAN

PEMBINAAN MATERIIL PSIKOLOGI

·      PSIKOLOGI EKSPERIMEN

·      PSIKOMETRI

·      PENELITIAN

·      KONSTRUKSI TES

·      STATISTIKA

·      PERGURUAN TINGGI

·      LEMBAGA KONSULTAN

·      PERGURUAN TINGGI

·      PERGURUAN TINGGI

·      PERGURUAN TINGGI

 Dengan struktur organisasi seperti digambarkan sebelumnya, Psikologi Angkatan Darat diharapkan akan mampu meningkatkan kontribusinya melalui penyelenggaraan fungsi Penyiapan (seleksi dan klasifikasi) dalam kegiatan werving atau rekrutmen secara lebih akurat dan lebih obyektif, sehingga mampu mendapatkan calon prajurit yang potensial serta diprediksikan akan dapat dimanfaatkan dan dikembangkan dalam organisasi Angkatan Darat. Selanjutnya untuk mendukung pembinaan personel dan satuan, baik seleksi pendidikan, pembinaan karir, penugasan maupun kesiapan satuan, Psikologi Angkatan Darat lebih akan mengedepankan penyelenggaraan fungsi Pengembangan, Pemeliharaan dan Perawatan, baik melalui kegiatan mandiri maupun secara terintegrasi. Melalui penyelenggaraan fungsi Pengembangan diharapkan semua prajurit yang akan mengikuti pendidikan pengembangan umum, pendidikan  pengembangan spesialisasi, maupun penugasan pada jabatan tertentu, memiliki berbagai kompetensi psikologi dan ketrampilan psikologi terapan yang dapat mendukung keberhasilan tugas. Melalui penyelenggaraan fungsi pemeliharaan, diharapkan semua prajurit beserta keluarganya, akan memiliki kesiapan psikologis yang optimal untuk melaksanakan tugas, baik pada tataran individual maupun satuan.      Sedangkan melalui penyelenggaraan fungsi perawatan diharapkan semua prajurit beserta keluarganya, diluar permasalahan psikiatri (kesehatan jiwa) akan mampu mengatasi permasalahan psikologi yang dihadapinya, mampu mencegah munculnya penyimpangan perilaku, serta mampu mengaktualisasikan potensi diri secara optimal.

 Agar pemeriksaan psikologi dapat dilaksanakan secara akurat dan obyektif, tentunya dibutuhkan alat ukur dan metoda pengukuran yang valid dan up to date. Berbagai upaya telah dilakukan oleh Psikologi Angkatan Darat untuk mengembangkan alat ukur dan metoda yang digunakan dalam pemeriksaan psikologi. Mulai dari pengadaan alat baru dari lembaga psikologi di luar negeri, permutasi dan pengembangan alat ukur yang sudah ada, pengkajian dan pengembangan metoda-metoda  pemeriksaan psikologi terkini (seperti assesment center / PPKJ), serta melalui upaya-upaya lainnya.      Berbagai upaya-upaya ini ke dpan akan diselenggarakan oleh fungsi Pembinaan Materiil Psikologi. 

 Agar kinerja organisasi Dinas Psikologi Angkatan Darat di masa depan dapat optimal, tentunya juga dibutuhkan tenaga ahli psikolog dan juru yang memiliki kemampuan yang handal serta menjunjung tinggi etika dan moralitas selaku anggota Dinas Psikologi Angkatan Darat.  Adapun bidang kemampuan psikolog yang dibutuhkan dalam penyelenggaraan berbagai fungsi psikologi tergambar pada daftar spesialisasi yang dibutuhkan. Upaya yang telah dilakukan antara lain penugasan belajar untuk mengikuti program doktoral (S3), program magister sain dan magister psikologi terapan (S2), program studi psikologi Unjani (S1), menjalin kerjasama dengan lembaga psikologi internasional seperti IMTA (International Military Testing Association) dan IMLA (International Military Leadership Association), menyelenggarakan atau mengirim personel untuk mengikuti lokakarya atau diskusi panel, serta berbagai upaya lainnya.    Selain itu, atas persetujuan Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan Darat, pada tahun 2011 telah direncanakan bagi  Dinas Psikologi Angkatan Darat untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan Kongres Internasional IMTA dan IMLA. Kemudian, Dinas Psikologi Angkatan Darat rencananya juga akan menjalin perjanjian kerjasama (MoU) dengan Program Magister Psikologi Terapan Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran.    

 Harus diakui bahwa berbagai upaya yang telah dilakukan ini lebih banyak menyentuh aspek kemampuan (kognitif), dan belum banyak menyentuh aspek etika dan moralitas selaku anggota keluarga besar Psikologi Angkatan Darat. Selain itu, tampak pada daftar keahlian psikolog yang dibutuhkan di organisasi Dinas Psikologi Angkatan Darat mendatang, tidak semua dapat dipenuhi oleh Fakultas Psikologi atau paling tidak kurikulum di Fakultas Psikologi, baik program sarjana maupun magister, karena pendidikan di perguruan tinggi lebih diarahkan pada penanaman dasar-dasar keahlian yang masih membutuhkan pengembangan. Oleh karena itu adalah merupakan kebutuhan yang mendesak bagi Dinas Psikologi Angkatan Darat untuk memiliki wadah bagi Pembinaan Fungsi, yang bertanggung jawab untuk menyelenggarakan pembinaan kemampuan profesi, mengawasi dan menegakkan etika profesi Psikologi Angkatan Darat, serta melakukan pengkajian dan pengembangan organisasi Dinas Psikologi Angkatan Darat.      

 

Demikian tulisan yang singkat dan sederhana ini, dengan harapan agar para pembaca mengetahui dan memahami bahwa kami seluruh warga Dinas Psikologi Angkatan   Darat  memiliki tekad untuk melakukan perubahan  melalui langkah-langkah yang introspektif dan konstruktif, guna mendukung keberhasilan tugas pokok Angkatan Darat.      

Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan petunjuk dan kekuatan kepada kami, Amin.

 

Penulis :

Brigjen TNI Drs. Ngurah Sumitra, M.Psi saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Psikologi Angkatan Darat (Kadispsiad).  Pendidikan S1 dan S2 Psikologi dari Fakultas Psikologi Unpad.  Beberapa penugasan yang cukup lama ditekuni adalah ikut serta dalam tim operasi psikologi di Timor-timur, sebagai saksi ahli dalam pendampingan prajurit yang diduga terlibat dalam kasus Timor-timur dan juga sebagai Katim dalam kegiatan pendampingan advokasi HAM Tanjung Priok, Penpas dan Pen Mabes TNI bekerjasama dengan Puspen TNI. Berhasil dalam membawa tim Dispsiad untuk mewakili Angkatan Darat pada kegiatan Pameran Pembangunan yang diselenggaran di Jakarta dan tugas-tugas yang lain yang memiliki bobot apresiasibesar dari pimpinan TNI AD/TNI.

 

Pendidikan Militer  :  Dikreg 36 (1998/1999).