Brigjen TNI Dr. Arief Budiarto DESSBrigjen TNI Dr. Arief Budiarto, DESS sebagai Kadispsiad bertanggung jawab untuk dapat merealisasikan sasaran kinerja Dinas Psikologi TNI AD yang telah dicanangkan yakni “prosentase kesiapan kondisi psikologi prajurit dan satuan sesuai dengan standar”.  Standar yang dimaksudkan  adalah standar yang sesuai dengan tuntutan situasi pada saat itu.  Hal ini akan dicapai melalui pembinaan fungsi psikologi mencakup penyiapan, pemeliharaan, perawatan dan pengembangan kondisi psikologis prajurit masa depan seperti yang kita cita-citakan tersebut dalam rangka mendukung tugas pokok TNI AD.  Untuk dapat mencapai sasaran kinerja tersebut, maka perlu dipahami secara mendalam hal-hal sebagai berikut :
1.    Kondisi psikologi merupakan muara dari suatu proses penyiapan, pengembangan, pemeliharaan, dan perawatan.  Banyak aspek, situasi dan kondisi yang memberikan kontribusi pada bidang ini.  Aspek kesehatan dan jasmani, mental ideologi serta spiritual memililiki pengaruh yang besar.  Selain itu, lingkungan keluarga dan lingkungan kerja prajurit akan turut mempengaruhi kondisi psikologinya.  Oleh karena itu, dalam rangka pencapaian kondisi psikologi yang prima diperlukan pembinaan fungsi psikologi perlu dilaksanakan secara terpadu/terintegrasi, terkoordinasikan secara baik  dengan instansi/bidang lain yang terkait.  Hal ini sangatlah penting karena sebagaimana diketahui bahwa  perilaku seseorang merupakan fungsi interaksi kepribadian dan lingkungan. Hal ini mengisyaratkan banyak sekali persoalan prajurit bermula dari persoalan-persoalan lain di luar aspek psikologi yang pada akhirnya bermuara menjadi persoalan psikologi.  
2.    Aspek-aspek yang menyertai kondisi psikologi prajurit, seperti latar belakang pendidikan, kondisi fisik dan kesehatan, ekonomi, serta kondisi lingkungan rumah tangga, organisasi atau masyarakat (sosial budaya) merupakan aspek yang tidak terpisahkan dalam proses pencapaian standar sebagaimana diuraikan di atas. Dengan demikian pembinaan diberbagai bidang dalam rangka memelihara, merawat dan mengembangkan potensi prajurit menjadi tugas bersama bagi seluruh institusi yang membidangi pembinaan di tubuh TNI AD, seperti kesehatan, jasmani, mental ideologi, personel, lembaga pendidikan dan tentunya Dinas Psikologi serta organisasi TNI AD secara keseluruhan. Hal ini tentu  saja bukan sesuatu yang mudah karena pendekatan harus dilakukan secara bersama-sama.  Dispsiad tentunya tidak mampu berdiri sendiri untuk mempersiapkan kondisi ideal prajurit dan satuan, namun harus bersama-sama dengan instansi terkait di dalam tubuh TNI/TNI AD untuk secara terintegrasi menyiapkan, mengembangkan, merawat serta memelihara kondisi psikologis para prajuritnya.
3.    Sesuai dengan perkembangan Iptek dan tuntutan tugas, Dispsiad menyadari perlu melakukan perubahan, pengembangan dan inovasi diberbagai aspek. Menyikapi hal tersebut, Dispsiad berupaya melakukan perubahan-perubahan dalam menyongsong masa depan dengan optimis. Tuntutan perkembangan zaman beserta kompleksitas permasalahannya yang berpengaruh terhadap tuntutan tugas di lingkungan organisasi TNI AD yang semakin tinggi perlu ditindaklanjuti dan tidak dapat ditawar-tawar lagi. Hal ini mendorong Dispsiad untuk membuka lembaran baru yang lebih inovatif  dan kreatif. Harapan ini diterjemahkan oleh Dispsiad untuk meningkatkan fungsi-fungsi yang ada di dalamnya menjadi lebih maju, lebih canggih dan secara efektif serta efisien mampu mengatasi setiap tuntutan tugas yang dibebankan sehingga kedepan fungsi-fungsi tersebut bisa menjadi lebih optimal dalam menjalankan tugasnya.