Drs. Sjahlan Idris  merupakan Kadispsiad yang kesepuluh menggantikan Brigjen TNI Adolf Herman Mambu. Beliau lahir pada tanggal 25 juli 1943 di Medan, beragama islam dan bersuku bangsa jawa berasal dari keluarga yang sederhana, karena  orang tuanya hanya seorang pegawai rendahan di suatu perkebunan karet di Kisaran Sumatera Utara.

Mengenyam pendidikan umum terakhir sebagai Sarjana Psikologi lulusan Universitas Padjadjaran Bandung pada tahun 1981. Sedangkan pendidikan militer yang pernah ditempuh adalah Akmil 1966 dan terakhir mengikuti Lemhanas pada tahun 1995. Masa karir militernya dimulai pada tahun 1967 selepas pendidikan Akmil menjabat sebagai Pa Sekretariat Puspsy AD berpangkat Letda, berturut-turut selanjutnya sebagai Pa Laborat Puspsyad, Paur Org Dik Ro Sisdur, Pa Laborat Lalit Psymil, Waka Laborat Lalit Psymil, Pa Op Lahy Dispsiad, Pgs. Waka Lahy Dispsiad, Ps. Waka Lahy Dispsiad, Waka Lahy Dispsiad, Ka Lahy Dispsiad, Ps. Kasubdis Psiklinik, Kasubdis Psiklinik, dan Kadispsiad pada tahun 1993.

Perjalanan karirnya lebih banyak diabdikan di Dispsiad, namun demikian beliau juga ikut terjun dalam tugas-tugas operasi menangani permasalahan dalam negeri yang menyangkut keamanan negara yaitu Pemilahan Tapol Nusa Kambangan tahun 1974, Pemilahan Tapol Pulau Buru tahun 1974, Ops Tim-tim tahun1975, Ops Tim-tim tahun 1990 dan pengalaman tugas Luar Negeri melaksanakan tugas bidang Adm/Kinerja Athan ke Australia, New Zealand, Korea Selatan, Jepang, dan RRC pada tanggal 8 Juli sampai dengan 14 Juli 1997.

Pada masa jabatan beliau, Dispsiad mulai diperindah lingkungan kerjanya dan membangun Masjid guna meningkatkan gairah kerja dan mempertebal iman dan taqwa personel Dispsiad, khususnya kaum muslim, kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Dengan harapan agar dalam menerapkan ilmu pengetahuan psikologi ditujukan untuk kepentingan Nusa dan bangsa Indonesia pada umumnya serta TNI AD pada khususnya, setiap anggota Dispsiad selalu mengutamakan kejujuran, kebenaran, keadilan dan obyektivitas penilaian. Selain itu juga beliau melakukan pembangunan bagian belakang gedung Psipers (kini gedung Subdis Selklas), meningkatkan Alsus, menambah gedung serbaguna (menggunakan kaca pada tiang-tiangnya), membangun garasi di depan laboratorium, membangun sarana dan prasarana psikologi Lapangan, membuat buku dan piranti lunak lainnya (Bujuk-Bujuk).

Disamping itu beliau punya keinginan untuk mengembangkan peran psikologi ke daerah-daerah  untuk unit kerja di Kodam-Kodam (Psidam), namun tidak berhasil karena terhambat oleh kurang/terbatasnya Tenaga Ahli (Psikolog) yang relatif berkualitas. Keinginan ini masih tetap ada pada dirinya sehingga saat beliau menjabat sebagai Ketua Badan Pelaksana Harian (BPH) Yayasan Kastika Eka Paksi (YKEP) Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI), atas restu Ketua YKEP mendirikan Fakultas Psikologi Unjani dengan tujuan untuk memasok Tenaga Psikolog ke Dispsiad.

Pada saat tugas ke Luar Negeri disamping tugas yang telah disebutkan di atas, beliau juga mengadakan studi banding tentang metoda dan materi psikologi di beberapa negara misalnya dengan Kepala Psikologi Australian Army sebagai upaya memperkaya atau menambah metoda dan materi yang ada di Dispsiad.  Beliau juga melanjutkan kegiatan-kegiatan yang telah ada, yang merupakan bekal guna meningkatkan kompetensi Dispsiad. Dimasa karir kemiliterannya beliau memiliki beberapa tanda jasa SL. Penegak, SL. Kesetiaan VIII,  XVI dan XXIV tahun, SL. Dwidyasista dan Bintang Kartika Eka Paksi Nararya.