Drs. Heriyono, M.Psi., lahir di Blitar pada tanggal 13 November 1950. Menyelesaikan pendidikan umum terakhir di Universitas Padjadjaran Bandung dengan menyandang gelar Magister Psikologi. Pendidikan militer yang dijalani adalah Sepawamil tahun 1975, Sekalihpa tahun 1982 dan Seskoad tahun 1989/1990. Perjalanan karirnya dimulai dengan menjadi Pama Dispsiad pada tahun 1975 sampai dengan menjadi Kabagrengar Setdispsiad pada tahun 1990.

Selanjutnya melanjutkan karirnya pada tahun 1993 menjabat sebagai Gumil Gol V. Deppeng Milum Pusdikif, kemudian menjadi Ws. Kadepmilum Pusdikif. Pada tahun 1994 menjabat Kabag Dikbangspes Sdirbindiklat Pussennif, tahun berikutnya menjabat Kabag Binmancorps Sdirbinsen Pussenif. Selanjutnya tugas beliau dipromosikan sebagai Pakor Staf Ahli Dispenad.

Setelah mengabdi di Dispenad selama 3 tahun beliau mendapat tugas kembali ke Dispsiad menjabat sebagai Sekretaris Dispsiad, kemudian menjabat sebagai Kasubdis Psiklinik pada tahun 2000. Karir dan pengabdian berikutnya tempat dimana beliau mencurahkan pemikirannya untuk Departemen Pertahanan melalui perannya sebagai Paban Staf Ahli Bidang Sosbud Menhan dan Kasubditjakstra Strahan Dephan sebelum menjabat sebagai Kadispsiad tahun 2002. Pada tahun 2008 mantan Kadispsiad ke-11 dipilih menjadi Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani di Cimahi.

Dalam perjalanan karir militer beliau tidak luput dari penugasan-penugasan yang menumbuhkan inspirasi bagi beliau untuk membangun dan membawa harum nama Dispsiad di kancah lingkungan TNI. Penugasan-penugasan tersebut antara lain yaitu Personality Assessment Training Course di Singapura,  Asessor Training Programme di Singapura, sebagai personel litbang PB Perbakin Tahun 1990-1998 tergabung dalam Tim Official di kejuaraan Menembak Asia di RRC, Tim Menembak Indonesia Sea Games di Manila, Tim Menembak Barcelona Off-Menembak dan Study Mental Training Italia/Jerman, Team Official Sea Games di Malaysia.  Pada tahun 2002-2006 sebagai personel litbang PBSI, ikut serta dalam Team official Kejuaran Bulutangkis All England di Birmingham.

Beliau  memiliki  visi jauh ke depan dan mampu mewujudkan seluruh wacana yang dicanangkannya tersebut saat menjabat sebagai Kadispsiad. Mengawali karir sebagai Kepala Dinas, beliau merehab  kondisi fisik bangunan ataupun sarana dan prasarana yang ada di Dispsiad. Memperbaiki sekaligus membangun kembali lapangan tenis menjadi layak untuk digunakan kembali dan seluruh perwira memiliki jadwal untuk bermain secara tetap. Bahkan salah seorang perwira Dispsiad (Kapten Caj Teguh Prihatin SU, S.Psi) yang memiliki bakat pada olah raga tenis difasilitasi untuk mengikuti event-event pertandingan tenis di lingkup TNI/TNI AD serta menjuarai beberapa event mulai tahun 2005 sampai 2009 (Panglima CUP).    Tidak hanya itu kesejahteraan anggota juga menjadi perhatiannya, beliau tidak hanya memberi perhatian dalam bentuk bantuan bahan siap pangan (sembako), tetapi juga mendidik anggota untuk mampu mandiri dan mengembangkan kemampuannya dalam mengelola kesejahteraan dalam lingkup kesatrian Dispsiad.

Beliau memfasilitasi dengan  mengoptimalkan toko koperasi menjadi lebih maju. Bangunan toko dibangun dan diperluas layaknya mini market yang dikelola oleh swasta. Letak toko dipindahkan ke tempat yang lebih strategis sehingga koperasi memiliki daya saing dan daya jual yang menjanjikan. Visi lain yang mampu beliau wujudkan adalah membangun  Assesment Center yang menggunakan software canggih profiler (di lingkungan militer Angkatan Darat lebih populer dengan sebutan PPKJ) di lingkungan TNI AD dan digunakan untuk mengakses para calon pimpinan TNI AD.

Sampai kini kegiatan tersebut terus berlangsung bahkan meluas pada kalangan sipil. Dimulai dengan membangun Gedung PPKJ di dua area berbeda, yaitu di gedung Litmat Insani dan lantai dua gedung Sumarto lengkap dengan sarananya sesuai dengan kondisi yang dipersyaratkan.  Dengan dibangunnya sarana gedung PPKJ yang lengkap, beliau juga menyiapkan personel untuk mengawaki kegiatan. Melalui pendidikan dan pelatihan seluruh sarjana Psikologi baik Militer mapun PNS memiliki kemampuan sebagai assessor.

Sampai  kini kegiatan asessment di Dispsiad terus berkembang dan keahlian para assessornya bahkan terus diasah dengan mengirimkan tugas belajar khusus ataupun mendatangkan pakar ahli untuk meningkatkan kemampuan para assessor Dispsiad. Dari segi keilmuan selain mengembangkan Assessment Center  baik bagi militer maupun mitra kerja dari instansi/Departemen lain, beliau juga menyekolahkan para sarjana psikologi (S1) yang belum profesi untuk mengambil pendidikan lanjutan profesi, menyekolahkan S2 Psikologi dan S3 Psikologi dan juga  pendidikan Master luar negeri. Karakter beliau yang kuat memacu anggota untuk berlomba menjadi insan psikologi yang mumpuni dengan menimba ilmu seluas-luasnya.

Dalam rangka untuk mencapai kinerja Dispsiad yang optimal beliau mendukung kebijakan Jenderal TNI Joko Santoso, mendirikan suatu lembaga pengembangan kepemimpinan yang disebut dengan Patriot Leadership Development Center (PLDC). PLDC bertugas untuk menyelenggarakan program pengembangan kepemimpinan yang dapat menghasilkan para kader pimpinan TNI/TNI AD dan bangsa Indonesia yang berwawasan kebangsaan, antara lain melalui peningkatan wawasan pengetahuan, pemerkayaan kompetensi kepemimpinan di tataran praktis maupun strategis, serta penguasaan perilaku etis melalui pembangunan karakter (character building).

Sarana dan prasarana lain yang beliau bangun adalah gedung arsip untuk dapat menampung jumlah file psikologi  program TNI AD secara lebih baik. Beliau juga sangat concern terhadap masalah kebersihan dan sering terjun langsung kelapangan untuk melaksanakan pengontrolan. Kepedulian lingkungan juga meluas pada bagian-bagian yang nyaris tak tesentuh, lahan ”hutan kecil” yang ada diseputar Dispsiad yang menjadi perhatiannya. Beliau  menanam seribu pohon Jati emas di sekeliling Kesatrian Dispsiad. 

Diakhir pengabdiannya di lingkungan TNI AD, beliau pendapatkan promosi untuk menjabat sebagai Koordinator Staf Ahli Kasad dengan pangkat terakhir Mayor Jenderal TNI. Tanda jasa  yang diberikan : SL. Kesetiaan VIII, XVI, XXIV tahun, SL. Dwidya Sistha, SL. Bintang Kartika Eka Paksi Nararya.