Drs. Farouk Safei Natanegara MBA, MSc, lahir pada tanggal 3 Juni 1952 di Bandung Jawa Barat dari pasangan Rd Safei Natanegara dan Ny Lilly. Bersanding dengan wanita lemah lembut  keibuan yang memiliki nama Dieche Budiwati Soenaryo, dinikahinya pada tanggal 15 Januari  1984. Pasangan ini dikaruniai dua orang putra  Raden Garrick Abdurrachman Diefa Natanegara dan Raden Gilbert Abdurrachim Diefa Natanegara serta seorang putri Raden Geovani Fauzziyah Diefa Natanegara.

Karir militernya dimulai pada tahun 1975 dengan menyandang pangkat Letda menduduki jabatan sebagai Pa Lalit Psimil, selanjutnya menjadi Pa Testor Rek Operasi Lahy (1976), Pa Ahli Ro Analisa Lahy (1979), Pa Lak Porenkrim Lahy (1980), (1985 setelah sekolah Sekalih)  Kasi Litodal Labpsi, Kabag Anev Subdispsipers (1992),  Kabag Anev Subdispsisos (1995), Kasubdis Psipers (1-10-1995), Kadispsiad (1999).

Beliau sangat peduli terhadap sikap militer,  sebagai salah satu kader “Back to Basic” beliau mencanangkan seluruh anggota militer Dispsiad memiliki kebugaran jasmani sesuai standar kemiliteran.  Berbagai kegiatan olah raga yang diselenggarakan, yaitu lari pagi yang dilakukan baik di lingkungan Kesatrian Dispsiad maupun ke luar kompleks, mulai ke Curug Dago, Ciumbuleuit, Puncrut sampai dengan Lembang. 

Selain itu juga diadakan lari pagi (subuh) yang dimulai dari Tegal Lega berlari menuju Kesatrian Dispsiad yang dilanjutkan dengan apel pagi dan olah raga umum, serta kegiatan renang. Di dalam Kesatrian sendiri diadakan latihan beladiri Boxer yang rutin dilaksanakan 2 kali dalam satu minggu dengan pelatih khusus didatangkan dari perguruan AA Boxer. Pada masa kepemimpinan beliau para Bintara dan Perwira yang memenuhi persyaratan diwajibkan untuk mengikuti terjun PARA di Pusdik Kopassus Batujajar.     

Dalam kepemimpinannya beliau sangat dekat dan akrab dengan anggota. Beliau dikenal sebagai pribadi yang akrab, ramah dengan masyarakat.  Kesejahteraan anggota selalu menjadi perhatiannya tidak hanya berupa materi insentif ataupun sembako tetapi juga kesehatan mental untuk melepas kejenuhan dari tugas sehari-hari.  Beliau mengadakan rekreasi ke luar kota bersama-sama dengan seluruh  anggota. Kebutuhan spiritual juga tidak luput dari perhatiannya, pada masa ini  pula ketaatan beribadah anggota tampak sangat kental.

Beliau nyaris tidak pernah absen untuk selalu sholat berjamaah di Masjid, sehingga menjadi teladan bagi anggota untuk mengikuti jejaknya. Selain itu, beliau juga mulai merintis mengadakan kelompok-kelompok diskusi ilmiah untuk menambah wawasan dan mengasah pengetahuan psikologi sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Beberapa tanda jasa yang dimiliki adalah SL. Seroja, SL. Kesetiaan VIII,  XVI tahun dan SL. Dwidya Sistha, SL. XXIV, SL. Bintang Kartika Eka Paksi Nararya, SL. Yudha Dharma Nararya. Beliau pindah ke Mabes TNI sebagai Staf Ahli Panglima TNI. Kemudian menduduki jabatan sebagai Kapusdiklat BIN dan sekarang jabatan beliau adalah Staf Ahli Kasad di Markas Besar TNI AD.