Drs. Eddy Kustiwa K., MDA lahir di Surabaya pada tanggal 21  November 1950, menikah dengan Dr. Rismijati yang juga merupakan dosen Fakultas Psikologi Unpad. Bagi anggota Dispsiad, khususnya para perwira ahli tentunya tidak asing lagi dengan ibu Kadis ini, bahkan memiliki keterikatan emosional yang sangat dekat. Drs. Eddy kustiwa K., MDA., menyelesaikan pendidikan Sarjana Psikologi S1 pada tahun 1978 dan S2 MDA di Inggris pada tahun 1992.

Dalam ranah militer beliau adalah lulusan Sepawamil 1978, Sekalihpa 1987, Suslapa II IF 1989 dan Seskoad 1994. Penugasan yang pernah dilaksanakan antara lain adalah ke Singapura 1990, Inggris 1992, Australia 1996, Malaysia 2006 dan Amerika Serikat 2007. Jabatan yang pernah diduduki sampai menjadi Kadispsiad adalah :  Pama Dispsiad (1978), Paur Data/Anev Aska (1979), Palak Lit Insani Lalit Psimil (1984), Kaural Simatak Labpsi (1985), Kasisel Subdispsipers (1989), Pa Staf Ahli Gol. V (1994), Pa Staf Ahli Gol IV (2000), Kalabpsi (2000), Sesdispsiad (2002) dan Kadispsiad (2007).  Selanjutnya purna tugas di akhir tahun 2007 dan melanjutkan karir di luar bidang kemiliteran. Tanda jasa dalam karir militer yang beliau miliki yaitu : SL. Kesetiaan VIII, XVI, XXIV tahun, SL. Dwidya Sistha, SL. Dharma Nusa, Bintang Kartika Eka Paksi Nararya.

Masa pengabdian sebagai Kepala Dinas yang singkat tetap mampu memberikan warna atas perubahan yang berdampak besar pada penerusnya bahkan dirasakan seluruh anggota Dispsiad dimasa kini. Beliau melakukan perombakan yang signifikan dalam bidang administrasi, yaitu adanya peningkatan dalam prosedur/tertib administrasi yang menyangkut masalah keuangan sehingga menjadi lebih transparan, menurut beliau hal ini sangat terkait dengan masalah moral satuan dan moril anggota serta rasa keadilan anggota.

Pribadi yang humoris ini memang sangat memperhatikan kesejahteraan anggotanya terutama yang termasuk “wong cilik”. Beliau terkenal sebagai pemikir yang memiliki peran besar untuk Dispsiad bahkan bagi Angkatan Darat dan Negara Republik Indonesia. Tercatat beberapa kiprah yang telah beliau lakukan yaitu pada tahun 1981 setelah terjadinya peristiwa penyanderaan penumpang pesawat Garuda di Bandara Don Muang, Bangkok, pimpinan TNI merasa perlu untuk mendirikan satuan anti teror, sehingga kemudian dibentuklah Detasemen 81 (Den-81) Kopassandha. Beliau diperbantukan disana sebagai salah satu perwakilan Dispsiad dan terlibat mulai dari kegiatan seleksi personel, perancangan pelatihan dalam bentuk Human Skill dan bahkan sampai dengan uji cobanya di Timor Timur.

Bersama Letnan Farouk Safei diterjunkan sebagai bagian dari Satgas Relawan. Hasil kerjanya sangat diapresiasi oleh pimpinan TNI dan Kopassandha, sejak saat itu Dispsiad dilibatkan dalam kegiatan pelatihan anti teror di lokasi pelatihan Kopassandha di Sukabumi. Kemudian terlibat dalam pembentukan Detasemen Operasi Psikologi, dibawah Group 3 Sandi Yudha dan beliau kemudian direkrut menjadi organik Kopassus.

Selanjutnya beliau juga sempat ditunjuk menjadi Komandan Latihan Bersama Balance Iron 70-1, suatu latihan Opsi antara Kopassus dan US Army Special Forces di Mako Kopassus dan di Batujajar.  Sejak itu Dispsiad selalu dilibatkan dalam Operasi Psikologi di daerah operasi seperti NAD, Papua, daerah konflik di Poso maupun Ambon, hingga kini selalu mengirimkan Perwiranya bersama tim keberbagai daerah konfllik tersebut. Selayaknya sebuah organisasi yang peduli akan perkembangan dan kemajuan di bidang manajemen SDM, maka pimpinan TNI AD merasa perlu untuk menerapkan pengelolaan personel berbasis kompetensi di TNI AD.

Sebagai Sekdispsiad, beliau kemudian ditunjuk untuk menjadi Kepala Program Kompetensi Angkatan Darat dan bersama stafnya kemudian merancang Program Penilaian Kompetensi Jabatan (PPKJ) yang pelaksanaannya diresmikan langsung oleh Jenderal Ryamirzard Ryacudu, Kasad pada waktu itu. Program berbasis Assessment Center ini sebenarnya adalah cita-cita beliau sejak dahulu, yang berasal dari tesis S2nya di Cranfield Military College of Science, Inggris tentang kemungkinan penerapan Assessment Center di TNI AD, sehingga dapat dikatakan bahwa impian beliau telah terealisir saat PPKJ diresmikan.