Drs. Adolf Herman Mambu  lahir pada tanggal 1 September 1941 di Tondano. Selama 8 tahun masa kepemimpinannya, beliau melakukan banyak kemajuan bagi Dispsiad khususnya dalam melakukan kerjasama dengan instansi-instansi lain di luar TNI AD,  antara lain: Telkom, Indosat, Pemda Semarang, Surabaya, Kalimantan Tengah,  Irian,  Bea  Cukai,  Kejaksaan, Deplu, dan beberapa Bank. 

Beliau  juga  memberikan  kesempatan kepada beberapa personelnya untuk menimba ilmu,  sekolah keluar negeri, yaitu Kapten Inf. Drs. Edi Kustiwa ke Inggris belajar defence administration di Univercity of Cranfield dan lulus dengan gelar MDA, Kapten Caj Drs. Arief Budiarto dan Lettu Caj Drs. Gunawan keduanya belajar tentang psikologi kerja  (psychologie du travail)  di  University  of  Pierre  Mendes  France,  tepatnya  di kota Grenoble, dan mendapat gelar DESS. Beliaupun mengapresiasi prajurit yang memiliki prestasi kerja baik yaitu Letda Hor Daeng Madjaga sebagai prajurit ahli dalam bidang administrasi, statistik dan keuangan.

Selain itu juga beliau memperkaya Dispsiad dengan berbagai sarana kerja, seperti membangun Gedung Laboratorium dan Gedung Serbaguna. Gedung Laboratorium sebetulnya telah diperjuangkan sejak masa Kadis sebelumnya, Brigjen TNI Soemitro Kartosoedjono, Dipl. Psych. dan dilanjutkan perjuangannya oleh Brigjen TNI Soemarto, Dipl. Psych. Namun pelaksanaan pembangunan gedung laboratorium tersebut (kini- tahun 2010- telah diberi nama gedung John S. Nimpoeno)  baru dapat dilaksanakan pada masa jabatan beliau sebagai Kadispsiad.

Bersamaan dengan pembangunan gedung laboratorium, Dispsiad juga mulai dilengkapi dengan komputer, alat percetakan dan sebagainya. Selama masa kepemimpinan beliau juga melakukan penelitian sosial di Timor Timur (kini telah berdiri sendiri menjadi negara Timor Leste) dalam rangka membantu operasi teritorial dan penelitian Combat Motivation Prajurit.

Beliau juga tetap melanjutkan kegiatan pelatihan penghayatan (experiential learning method) dalam rangka membantu instansi-instansi lain seperti PT. Indosat, PT. Sucofindo, kegiatan pendataan personel di Departemen Kehakiman, Kejaksaan Agung, dan Departemen Agama. Dispsiad juga pada masa kepemimpinan beliau melakukan kerjasama dengan PT. Telkom dalam rangka pembentukan Assessment Center.

Kesemua kegiatan di luar TNI AD dapat terlaksana atas persetujuan dan ijin Kasad. Kegiatan-kegiatan tersebut bagi beliau (dan juga para Kadis sebelumnya yang merintis beberapa kegiatan tersebut) sebagai wujud pengabdian dan peranan Dispsiad terhadap bangsa dan negara, serta bentuk pengembangan penerapan psikologi sehingga tidak hanya sebatas pada kegiatan seleksi dan klasifikasi saja, melainkan meluas pada kegiatan di bidang penelitian,  pelatihan dan pengembangan metoda Assessmen Center.

Perwira lulusan AKMIL tahun1966 yang melanjutkan pendidikan umumnya di Universitas Padjadjaran Bandung mengambil jurusan Psikologi dan mengenyam pendidikan militer Seskoad tahun 1982 telah banyak memberikan arti bagi penerusnya, selain menanamkan semangat pengabdian bagi Bangsa dan Negara juga semangat berjuang untuk kesejahteraan personel. Beliau meninggal dunia pada tanggal 29 Juli 2007 pukul 20.55 WIB di RS. PERTAMINA Jakarta karena kecelakaan, meninggalkan seorang istri dan dua orang anak. Tanda Jasa yang dimiliki adalah : SL. Penegak, SL. Kesetiaan VIII, XVI, XXIV tahun serta bintang Kartika Eka Paksi Nararya.